Bermulalah hari ini di mana aku telah mencipta blog aku untuk dicoret atau di conteng atau apa-apa pun. Sekiranya kengkawan ada idea untuk penambah baikan, silalah letak di ruangan komen
Monday, 19 December 2011
Cinta Rasulullah SAW kepada Siti Khadijah
Ini adalah kisah cinta paling setia sepanjang sejarah, tidak dapat
dibandingankan dengan kisah Qais dan Laila dan tidak pula kisah Romeo
dan Juliet, karena kisah ini tidak hanya berakhir dengan pernikahan yang
dianggap sebagai puncak kreasi cinta anak mia, cinta yang sebenarnya
adalah yang berkesinambungan, walaupun salah satu dari dua insan itu
sudah meninggal, maka kisah cinta yang paling agung adalah kisah cinta
junjungan kita Muhammad saw kepada ibunda Khadîjah.. cinta yang luar
biasa, terus berlanjut hingga ibunda Khadîjah meningalkan dunia yang
fana ini.Setelah beliau meningal lebih kurang satu tahun, ada seorang
perempuan yang datang menemui Nabi saw, dia berkata kepadanya: Wahai
Rasulullah, maukah engkau menikah? Engkau mempunyai tujuh orang isteri
dan kebutuhan yang selalu bertambah, dialah yang akan melakukan semua
itu.. harus menikah, ini merupakan kebutuhan bagi laki-laki manapun,
kalau tidaklah karena Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk
menikahi beberapa orang isteri yang datang kepadanya setelah kepergian
Khadîjah, niscaya dia tidak akan menikah lagi.Junjungan kita ini menikah
tidak seperti kebanyakan laki-laki, selain Khadîjah, setelah itu dia
menikah karena tuntutan misi dakwah, namun dia tidak pernah melupakan
Khadîjah untuk selama-lamanya, bahkan kisah kasihnya tidak pernah pudar,
walaupun dia meninggalkannya selama empat belas tahun lebih
dahulu.Ketika penaklukan Makkah, banyak orang yang mengelilingi
Rasulullah saw, semua orang Quraisy datang minta ma’af kepadanya,
tiba-tiba saja beliau melihat seorang nenek yang sudah sangat tua datang
dan ingin bertemu dengannya.. Rasulullah saw. meninggalkan rombongan
mia yang ada di sekelilingnya dan berdiri menyambut kedatangan sang
nenek, dia ajak berbicara dan duduk disampingnya, melihat kejadian itu
‘Aisyah bertanya, siapa gerangan nenek tua itu, dan Rasulullah saw
meluangkan waktu dan berbincang-bincang dengannya serta konsentrasi
menghadapinya?Rasulullah menjawab: “Ini adalah sahabat Khadîjah”.‘Aisyah
kembali bertanya: Apa yang engkau bicarakan dengannya Wahai
Rasulullah?Dia menjawab: “Kami membicakan hari-hari yang indah bersama
Kahdîjah”.Ketika itu timbullah rasa cemburu dalam diri ‘Aisyah, lalu dia
berkata: Apakah engkau masih mengingat-ingat orang yang sudah tua dan
sudah menjadi tanah itu, tara Allah telah memberikan ganti untuk engkau
dengan yang lebih baik?Maka Nabi menjawab: “Demi Allah, Allah tidak
pernah menggantinya dengan seorang perempuan yang lebih baik darinya..
dia banyak memberikan bantuan moral dan material, dia melindungi aku,
ketika penduduk Makkah ini mengusirku, dia membenarkan aku ketika mia
mendustakan aku”.‘Aisyah merasa bahwa Rasulullah agak marah, lalu dia
berkata: Minta ampunkanlah aku kepada Allah wahai Rasulullah.Maka Nabi
menjawab: “Minta ampunkanlah bagi Khadîjah, baru aku akan memintakan
ampun bagimu”. (HR. BUkhârî).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment